Lewoleba, Bapak Dr. H.M Ali Taher salah seorang politisi Partai Amanat Nasional yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Aamanat Nasional (PAN) DPR RI mengunjungi kampung halamannya (Lewotana) di Desa Petuntawa Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. Kedatangannya bersama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. H. Zainul Tauhid Sadi, M.Si beserta rombongan. Rombongan tiba di Lembata dengan menggunakan Kapal Cepat Widi Express dan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Lembata diwakili Plh. Sekretaris Daerah Asisten Administrasi Umum dan Reformasi Birokrasi Wenslaus Ose Pukan di Pelabuhan Laut Lewoleba, pada Sabtu, 24/10/2020).

Kunjungan Ali Taher beserta Wakil Menteri Agama beserta rombongan bertujuan melihat dari dekat keadaan masyarakat Lembata termasuk masyarakat Desa Petuntawa. Sekaligus mengunjungi Masjid peninggalan buah tangan sang ayah ,dan melakukan pembangunan kembali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Agama Sadi.

Menurut Menteri Sadi, Pak Ali Taher telah menjadi orang sukses di Jakarta, tetapi kampung halamannya tak pernah dilupakan. Hari ini kami telah sampai di kampung Riang Bao, sang pemilik moto peduli kepada kemiskinan.

“Luar biasa, anak seorang nelayan bisa menjadi orang sukses di negeri orang. Salah satu mottonya, kita harus bisa menggeser air mata kemiskinan menuju air mata kebahagiaan. Itu bukan sebuah motto belaka, tetapi betul-betul dilakukan dalam aktivitasnya”, ujarnya.

“Hari ini merupakan bukti sejarah, Beliau hadir disini untuk meneruskan perjuangan ayahnya yang pernah membangun masjid, dan kemudian direhab dan dibangun kembali oleh dirinya”, tutur Sadi dalam sambutannya di kampung Riang Bao.

Lanjutnya, masjid merupakan tempat yang sakral bagi umat Islam sebagai tempat perantaraan umat dengan Allah, sama seperti gereja dan tempat ibadah lainnya. Masjid mampu dijadikan wadah pendidikan/tarbiyah bagi anak-anak terkait ilmu-ilmu agama yang mempunyai dampak pada karakter anak yang menjadi penerus bangsa.

Tambahnya, masjid juga dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan, silahturahmi, sebagai tempat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan demikian dapat memperkuat tali persaudaraan antar umat beragama , saling bergotong royong dan memandirikan ekonomi umat, baik di kabupaten, provinsi dan negara ini.

Sementara itu Ali Taher dalam sambutannya mengisahkan pernah berjalan kaki selama satu hari dua malam dari Desa Petuntawa Kecamatan Ile Ape ke Desa Leworaja (Labala) Kecamatan Wulandoni, sekitar 40-an tahun yang lalu.

“Kami pernah jalan kaki dari Riangbao ke Labala lewat Atadei, satu hari dua malam. Jalan kaki dari Labala ke Lewoleba bersama kakak saya, dari Nagawutun ke Lewoleba” kisah Ali Taher.

Lanjutnya, pembangunan masjid ini sebagai bhaktinya terhadap ayah tercinta yang tinggal di kampung Riang Bao sebagai desa yang pernah memberi arti kehidupan bagi mereka, ujar Ali.

Dalam sambutan Bupati Lembata yang dibacakan oleh Plh. Sekretaris Daerah Asisten Administrasi Umum dan Reformasi Birokrasi Wenslaus Ose Pukan, memberikan sedikit gambaran terkait Kabupaten Lembata yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 1999. Saat ini kabupaten Lembata memiliki 9 kecamatan yang meliputi 144 desa dan 7 kelurahan.

Kehidupan kami di Lembata senantiasa hidup dalam persaudaraan yang harmonis satu sama lain. “Semua itu berkat kerjasama semua pihak baik dari unsur Forkompinda, kementerian agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang selalu turun dan berada bersama masyarakat”, ungkapnya.

Lanjutnya, kita patut merasa bangga karena kehadiran Bapak Menteri tidak hanya semata melakukan peletakan batu pertama saja, tetapi ingin melihat secara langsung kabupaten Lembata dan keadaan masyarakat di kabupaten ini. Kehadiran Bapak Wakil Menteri Agama dapat menguatkan komitmen masyarakat Lembata semakin senantiasa memupuk semangat persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Wakil Menteri Agama dan anggota Komisi IX DPR RI dan semua rombongan yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dan membagi rasa syukur pada hari ini.

Beliau juga penyampaian permohon maaf kepada Bapak Wakil Menteri Agama RI dan rombongan apabila selama berada di Kabupaten Lembata, mungkin ada perbuatan maupun tutur kata yang kurang berkenan atau ada kekurangan selama berada di kabupaten Lembata yang tidak diinginkan. Semuanya itu bukan kesengajaan, tetapi semata-mata karena keterbatasan kami, dan dapat ditinggalkan di tempat ini.

Lebih jauh beliau berharap agar setelah di bangun nantinya rumah ibadah tersebut benar-benar dirawat. Dan mari bersama-sama kita doakan para panitia agar dalam pembangunan masjid Al-Munawarah dapat berjalan dengen baik, tutupnya.

Dalam kunjungan di Kabupaten Lembata Ali Taher dan Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si, juga didampingi juga oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus, para kepala kantor agama sedaratan Flores serta para staf.

Perlu diketahui bersama, bahwa bantuan berupa semen juga datang dari bapak Eliaser Yentji Sunur, ST.,MT, sebanyak 59 buah sak semen kepada panitia pembangunan masjid Al- Munawarah Petuntawa.

Selain itu, beliau juga akan memberikan kepada 12 Masjid lainnya yang tersebar di wilayah kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, yang sedianya akan diberikan kepada para pengurus Masjid masing-masing pada, (2 /11/ 2020) mendatang. (Tim Kominfo Lembata)