CORONA KIAN MENGANCAM TINGKATKAN KEWASPADAAN

SEBUAH SERUAN MORAL

    Gaung covid 19 yang kian menggema dan mematikan ribuan nyawa di tempat lain, sungguh kita juga merasakan bahwa suasana itu bisa saja mengancam keselamatan kita juga. Ancaman itu terlihat dengan semakin tingginya mobilisasi orang yang datang dari luar dan masuk ke Lembata. Ada yang  melalui pelabuhan lalu di tes suhu tubuhnya, dicatat dan terdaftar sebagai ODP  dan mendengarkan proses karantina selanjutnya.

Suasana pendataan penumpang yang datang di pelabuhan Laut Lewolba pada Jumad,03 April 2020.
Suasana Pendataan Penumpang yang Datang di Pelabuhan Laut Lewoleba
pada Jumad,03 April 2020. (Foto Dok. Diskominfo Kab. Lembata)

Dibalik itu, ada juga yang melalui perahu, layar, atau armada-armada Penyeberangan kecil lainnya dan secara diam-diam sudah berada bersama keluarga di kampung halamannya. Hal ini tidak saja terjalin  hubungan silahturahmi dan tali persaudaraan di antara anggota keluarga tetapi juga menghantar lajunya peredaran binatang corona virus disease 2019 yang bisa meracuni hidup dan melenyapkan sanak saudara.

Semua pihak harus waspada dan memperketat pengawasan terhadap orang orang yang datang dari luar Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang statusnya dalam protap penanganan covid 19 disebut Orang Dalam Pantauan(ODP). Kata ancaman dalam judul maupun ulasan dari tulisan ini bukan sekedar isapan jempol atau mengurbar rasa takut bagi masyarakat, namun  fakta membuktikan bahwa penyebaran covid 19 itu karena mobilisasi  manusia dari daerah yang sudah tertular ke daerah yang belum tertular.(Trans missi Lokal)  Kita memang semestinya meningkatkan kewaspadaan untuk semua kalangan mulai dari Pimpinan tertinggi di daerah sampai ketua Rukun Tetangga. Kinerja dan peran kita jelas, memutuskan matarantai penyebaran virus corona bila terbawa sanak saudara kita yang datang dari tempat lain.  Keyataannya sekarang adalah catatan untuk Orang Dalam Pantauan terus melonjak naik dari hari ke hari. Situasi ini memang menjadi ancaman serius karena daerah kita sampai saat ini masih berstatus negatif dan tidak akan tercoreng dengan mobilisasi orang yang akhir akhir ini.

Namun demikian yang datang tidak mesti disalahkan berlebihan karena tidak menghiraukan himbauan pemerintah untuk tetap di rumah, tapi inilah kodrat manusia yang memiliki hasrat dan kerinduan untuk kembali ke tanah tumpah darah di mana pertama kali  ia datang. Siapapun kita jika dalam suasana kesulitan apalagi berada diperantauan, sanak saudara dan orang tua adalah satu-satunya tempat untuk kita kembali.  Dari kodrat manusiawi ini sikap kewaspadaan semua pihak baik orang yang datang maupun kita yang ada di sini menjadi sangat penting.

Namun demikian yang datang tidak mesti disalahkan berlebihan karena tidak menghiraukan himbauan pemerintah untuk tetap di rumah, tapi inilah kodrat manusia yang memiliki hasrat dan kerinduan untuk kembali ke tanah tumpah darah di mana pertama kali  ia datang. Siapapun kita jika dalam suasana kesulitan apalagi berada diperantauan, sanak saudara dan orang tua adalah satu-satunya tempat untuk kita kembali.  Dari kodrat manusiawi ini sikap kewaspadaan semua pihak baik orang yang datang maupun kita yang ada di sini menjadi sangat penting.

Sejak 28 Maret 2020 jumlah ODP  mencapai angka 25 orang dengan pasien dalam perawatan 1 orang. Dalam sepekan terakhir per 03 April 2020 jumlah itu bertambah menjadi 45 orang.  Dari angka ini mungkin akan terus bertambah seiring masuknya beberapa kapal motor penyeberanngan antar pulau hari-hari terakhir ini. Jika yang datang itu mesti dimaklumi karena mereka sudah sampai di lewotana/leuauq, maka mari kita sama sama tingkatkan kewaspadaan dengan mematuhi seluruh petunjuk kedatangan yang disarankan agar tidak seorangpun menjadi korban dalam masalah ini. (Kominfo Lembata)