Pemkab Lembata Gandeng Fatayat NU dan Lakpesdam NU Kawal Program Pemberdayaan Perempuan

0
19

Lembata – Penjabat Bupati Lembata Drs. Matheos Tan, M.M, menerima audiens bersama Pimpinan Cabang Organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Lembaga Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Lembata.

Audiens yang terjadi di ruang kerja bupati, Rabu, (20/3/24) itu, membahas berbagai program inklusi Lakpesdam yang akan dilakukan sebagai dukungan terhadap mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tengah masyarakat Lembata. 

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Lembata, Yuni Damayanti S.E, dalam pengantarnya mengatakan, Organisasi Fatayat NU ini bekerjasama dengan Lakpesdam NU dan pemerintah Negara Australia. Dan kini sudah berkembang cukup pesat di Indonesia. 

“Organisasi Fatayat NU dan Lakpesdam NU ini bukan sekedar organisasi keagamaan biasa. Organisasi yang memiliki SOP sama seperti sebuah institusi pemerintahan”, ujar Yuni. 

Yuni menjelaskan, bahwa Fatayat NU yang bekerjasama Lakpesdam NU saat ini tidak hanya berfokus pada bidang keagamaan saja, tetapi juga memiliki beberapa program inklusif kemasyarakatan lainnya. Seperti pendamping kesehatan, pendidikan maupun pemberdayaan perempuan dan anak, kata mantan Ketua TP. PKK Lembata itu. 

Terkait itu, Yuni menuturkan ada tiga isu penting yang menjadi program kerja Lakpesdam NU Lembata, yaitu soal Stunting, KDRT dan Perkawinan Perempuan Usia Dini.

Terkait hal itu, Pj Bupati Lembata Matheos Tan, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap tiga isu strategis yang menjadi program kerja Lakpesdam NU Lembata. 

“Prinsipnya kami sebagai Pemda sangat setuju dengan program kerja yang disampaikan tadi. Dan harus dituangkan dalam MoU sebagai dasar kolaborasi dengan Pemda”, ungkap Pj Bupati Matheos. 

Untuk itu, Pj Bupati Matheos meminta, agar secepatnya dilakukan penyusunan nota kesepahaman, sehingga dapat dilakukannya penandatanganan MoU. 

“Nanti ibu dan bapak akan langsung berhubungan dengan pihak Bapelitbangda untuk membahas lebih dalam pasal-pasal yang dituangkan dalam MoU. Karena semua MoU, saat ini langsung berurusan dengan Bapelitbangda. Mereka lebih tau Dinas apa yang menjadi naungannya”, ujar Pj. Bupati Matheos. 

Bagi Pj Bupati Matheos, program kerja sejalan dengan kebijakan Pemkab, yang memprioritaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terutama pada perempuan dan anak. 

Untuk itu, Pj Bupati Matheos berpesan, agar Lakpesdam NU Lembata tidak sebatas pada persoalan perempuan dan anak saja. Namun, juga mampu menghasilkan program kerja di bidang lainnya. 

Turut dihadiri dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Lakpesdam NU, Nurzaman Damanhuri, yang juga menjabat Koordinator Program Inklusi, beserta Badan Otonom NU Lembata. (Diskominfo Lembata)