Banyak Lowong Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Lembata Lantik 7 Pejabat

0
20

Lembata– Penjabat Bupati Lembata, Drs. Matheos Tan, M.M mengambil sumpah dan melantik 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, bertempat di Aula Anton Enga Tifaona, pada Jumat, 12 Januari 2024.

Turut hadir dalam Kegiatan tersebut, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Sekertaris Daerah Paskalis Ola Tapo Bali, Pj Ketua Tim Penggerak PKK Lembata Sonya Sofia, S. Kom, Staf Ahli Bupati dan para Asisten Sekda serta Pimpinan OPD Lingkup Pemda Lembata.

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemda Lembata berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 17 Tahun 2024 Tentang “Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dari Jabatan administrasi Dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata”. 

Dalam sambutannya, ada dua hal penting yang menjadi penekanan Pj Bupati Matheos untuk dipedomani ke depan. Pertama, bahwa dalam rangka implementasi manajemen ASN berbasis merit sistem, secara bertahap Kabupaten Lembata telah memulainya.

“Dengan meletakkan fondasi yang sesungguhnya hingga saatnya nanti kita dapat menerapkan prinsip merit sistem secara massif dalam manajemen ASN,” tegas Bupati Matheos.

Dijelaskan, salah satu prinsip merit sistem adalah adanya perlakuan secara adil dan wajar, dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur dan kondisi kecacatan, selain kualifikasi, kompetensi dan kinerja.

Karena itu, Bupati berharap kepada para pejabat terlantik agar menjadi pelopor penyudahan terhadap fanatisme kelompok, penolakan akan kemajemukan, tindakan provokasi berlebihan melalui media sosial facebook, WA Group berbasis kelompok kepentingan, ataupun terhadap politik identitas yang mengental akhir-akhir ini.

Untuk itu, Bupati Matheos berharap agar, ASN bisa menjadi perekat pemersatu bangsa, fokus pada target-target kinerja, dan utamakan kepentingan negara, pemerintah, dan masyarakat Lembata.

Kedua, bahwa tugas saudara-saudara menggerakkan bawahan/staf adalah untuk menciptakan birokrasi yang sehat di unit kerja masing-masing, agar senantiasa menjaga, mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.

Selain itu, senantiasa sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi.

Bupati Matheos juga berharap lagi, sebagai seorang pemimpin harus memiliki wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi.

“Pemimpin harus memiliki kemampuan mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal,” ujar Pj Bupati Lembata.

Untuk itu, dia menghendaki pejabat yang dilantik melaksanakan tugas yang dipercayakan dengan sungguh-sungguh. Menjaga amanah dan selalu menjalin kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi.

Berikut tujuh Pejabat Eselon II yang dilantik: Maria Anastasia Bara Baje, Kepala Dinas P2PA, Gerardus Ignasius Korohana (Arko), Kepala Dinas PUPR, Johanes Arimon, Kepala Dinas Perhubungan. 

Kepala BPBD dan Kepala Dinas Perikanan, dijabat oleh Andris Koban dan Hadi Umar. Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan dan Koperindag diserahkan kepada dr. Geril Huarnoning dan Wilhelmus Leuweheq. (Diskominfo Lembata)