Perse Ende Juara ETMC 2022

0
111
Perse Ende

KOMINFO LEMBATA – Rore Rore Rore! Perhelatan puncak Liga 3 ETMC XXXI 2022 berakhir sudah. Perse Ende keluar sebagai champions usai menaklukan Persebata 5-4 (2-2) melalui drama adu penalti pada laga final yang digelar di Stadion Gelora 99, Lewoleba, Kamis (29/9/2022) sore.

Pahlawan kemenangan Perse Ende pada duel final ini adalah Akbar Al Jannah Rahman. Penjaga gawang andalan Perse Ende yang mencetak gol penentu Perse sebagai penendang kelima atau terakhir pada drama adu penalti yang menegangkan.

Perse Ende

Dengan kesuksesan ini, Perse Ende mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim tersukses yang menjuarai piala El Tari Memorial Cup, sekaligus bermakna ganda bagi Perse Ende. Ini merupakan ajang pembuktian anak-anak Perse Ende atas stigma yang selama ini disematkan sebagai juara kandang.

“Kami hari ini telah membuktikan bahwa stigma itu tidak benar. Kami bukan jago kandang dan terbukti hari ini di Lembata kami juara,” kata Ahmad Paijan, pelatih kepala Perse Ende kepada awak media.

Seperti diketahui, duel klasik sarat gengsi tersaji kembali antara Persebata vs Perse Ende di laga pemuncak ETMC berlangsung panas. Kedua tim berbagi angka 2-2 di babak kedua setelah di babak pertama skor 1-2 untuk keunggulan sementara Perse Ende.

Menariknya, di menit ke-6, sebuah drama terjadi ketika Perse Ende mencetak gol lewat sepakan kaki kanan Cahya Dwi Permana di depan gawang sehingga berhasil menggetarkan jala gawang Persebata. Wasit Thobias Besi langsung meniup peluit menunjuk titik putih di tengah lapangan. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Perse Ende.

Dengan gol ini, pelatih Ahmad Paijan melontarkan pujian kepada anak asuhnya Cahya Dwi Permana yang sukses mencetak gol pembuka sehingga mengantar Perse Ende unggul sementara 1-0 terhadap Persebata, pada matchday Liga El Tari Memorial Cup XXXI 2022. Ahmad Paijan menyebut torehan gol strikernya itu suatu pencapaian individu dan tim yang sungguh luar biasa.

Gol cepat Cahya Dwi Permana tersebut terjadi saat skor masih 0-0 di awal laga. Kalah itu Permana lepas dari pengawalan pemain bertahan Persebata dan dengan sigap menyambut umpan silang dari pemain Mirzad Rafly Zanuardy yang mengarahkan ke gawang lawan. Bola ditendang ke mulut gawang dan tidak berhasil dihalau penjaga gawang Yulius Bale Betekeneng sehingga detik itu dicuri pemain Cahya Dwi Permana pada menit ke-6. Pemain asal bumi Pancasila tersebut kemudian membobol benteng Persebata yang dikawal Wilhelmus Sanga Kobun, cs dengan sepakan mendatar langsung menuju jala gawang.

Tak puas dengan hasil satu kosong membuat anak asuh Ahmad Paijan terus melakukan tekanan. Alhasil empat menit setelah gol pembuka, tepatnya di menit ke-10, Alfian Ibrahim berhasil mencatatkan namanya melalui sundulan terarah ke gawang lawan memaksimalkan umpan lambung dari sepak pojok yang dilakukan oleh kapten tim Ende, Adi Aba. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Tertinggal 2-0 lantas tak membuat Laskar Sembur Paus menyerah. Mereka mulai menemukan ritme permainannya sehingga berbalik mengurung barisan pertahanan lawan.

Perjuangan itu berbuah manis. Tepatnya di menit ke-17 salah seorang striker Persebata, Cesar Aprilio didorong di dalam kotak penalti sehingga wasit Thobias Besi memberikan hadiah penalti bagi Persebata.

Kesempatan itupun tidak disia-siakan oleh para pemain Persebata. Sebastianus Wetu ditunjuk sebagai eksekutor penalti berhasil melakukan eksekusi bola sehingga kedudukan berubah menjadi 1-2 untuk Perse Ende hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Persebata semakin meningkat. Atmosfer pertandingan pun semakin memanas. Gempuran-gempuran dari anak asuh Hasan Haju terus dilakukan. Namun ketatnya lini pertahanan Perse Ende yang dikawal Hasan Al Basri, cs sehingga sampai menit ke-84 belum tercipta gol. Baru pada menit ke-85, bek belakang Yohanes Kopong berhasil memecahkan kebuntuan. Dia berhasil menciptakan gol penyeimbang untuk tuan rumah. Sehingga skor pun berubah menjadi 2-2.

Gol penyeimbang ini bertahan hingga akhir babak kedua. Alhasil pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2×15 menit. Namun lagi-lagi kedua tim tidak dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk menciptakan gol. Skor 2-2 akhirnya bertahan hingga wasit Thobias Besi terpaksa melanjutkan dengan tendangan adu pinalti.

Drama adu penalti pun dimulai. Penendang pertama Persebata, Urlikus Mas Pati (tidak gol). Penendang kedua, Muh. Hajir Suryana (gol). Penendang ketiga, Sebastianus Wetu (tidak gol). Penendang keempat, Arsenius A. S. Ola (gol). Penendang kelima, Yohanes Kopong (tidak gol).

Sedangkan penendang pertama dari Perse Ende, Adi Aba (tidak gol). Penendang kedua, Alif Fikri Assidiq (gol). Penendang ketiga, Rizal Dwi Handoko (gol). Penendang keempat, Noval Kurniawan (tidak gol). Penendang kelima, Akbar Al Jannah Rahman (gol).

Dengan demikian, hasil adu penalti dimenangkan tim Perse Ende dengan kedudukan akhir 5-4 untuk keunggulan Perse Ende.

Hasil ini menempatkan Perse Ende sebagai juara di Liga 3 ETMC XXXI 2022, dan berhak atas piala El Tari Memorial Cup dan uang sebesar Rp 200 juta, sementara Persebata harus puas menjadi Runner Up mendapat piala tetap dan uang Rp 150 juta, dan posisi ketiga ditempati tim Persim Manggarai yang mendapatkan piala tetap dan uang sebesar Rp100 juta. Perserond Rote Ndao mendapat piala tetap dan uang sebesar Rp 50 juta.

Walau Persebata tidak juara, namun ada kebanggaan tersendiri dari seluruh peserta yang hadir. Bahwa suporter tuan rumah menunjukkan sportivitas olahraga yang baik. Menjadi tuan rumah yang santun. Dan tidak kalah memuaskan, Persebata dinobatkan sebagai Tim Terbaik serta Pemain tmTerbaik yang jatuh pada kapten tim Persebata, Arsenius Ola.

Top skorer kali ini diraih pemain dari Manggarai atas nama Andika dengan torehan 6 gol selisih satu gol dari striker Desmon Nenobais yang mengemas 5