“Syukur ini untuk Kabupaten Lembata. Kami berharap Bapak Thomas Ola meski sudah menjadi Bupati Lembata, tetaplah pribadi yang rendah hati dan menjadi pelayan di hati dan hidup kami,”

Demikian RD. Kristian Uran dalam homilinya pada misa syukuran pelantikan atas dilantiknya Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola,SE,Msi di Paroki St. Laurensius Hadakewa, Minggu (19/09/2021)

Kristian Uran kemudian mengurai dalam homilinya bahwa sejak dini Yesus Kristus mengingatkan kepada para murid dan semua pemimpin umat Kristen bahaya kekuasaan yang dimanipulasi. Kekuasaan dan kewenangan, menurut RD. Kristian, tidak terletak pada pangkat, jabatan tetapi pada sikap kerendahan hati sebagaimana Tuhan Yesus sendiri yang adalah satu-satunya sumber istimewa kekuasaan dan pelayanan.

“Waktu dan jabatan Bapak Thomas sebagai Bupati Lembata sangat singkat dengan begitu banyak ujian dan cobaan berat yang bakal dihadapi. Meski demikian, kami percaya Bapak Thomas bisa melakukan sesuatu dalam waktu singkat ini untuk kebaikan Lembata,”Kata RD Kristian.

Bupati Thomas Ola memilih merayakan misa syukur pelantikan dirinya sebagai Bupati di Paroki St. Laurensius Hadakewa mengingat Hadakewa adalah tempat bersejarah lahirnya statement 07 Maret yang adalah cikal bakal otonomi Lembata.

Selain Bupati Lembata Thomas Ola bersama Ibu Maria N. Sadipun dan keluarga, hadir juga Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali didampingi istrinya Maria A. Barabaje, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero didampingi istrinya Yuliana Kislah Gonsaleh. Beberapa anggota DPRD juga turut hadir bersama istri. Terlihat sejumlah mantan pejabat diera Bupati Andreas Duli Manuk dan Bupati Eliazer yentji Sunur seperti Aloysius da Silva, Rofinus Laba Lasar dan Petrus Toda Atawolo. Istri Almahrum Bupati Andreas Duli Manuk, Margareta Hurek Making Manuk

Sejumlah anggota keluarga Pencetus Statment 7 Maret 54, dan pejuang Otonomi Lembata juga turut hadir dalam misa syukur dimaksud.(Dinas Kominfo Lembata)