Lewoleba– Plt. Bupati Lembata DR. Thomas Ola, SE., M.Si, meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) Susteran SSpS dengan Yayasan Gunthild Karitas Peduli Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Selasa, 07 September 2021. Peresmian BLK Karitas Peduli Desa Pada ini merupakan BLK pertama di kabupaten Lembata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, PLT. Ketua TP. PKK Lembata Maria Sadipun, S.E., M.M, Asisten III Sekda Wens O. Pukan, Kadis Koperindag Longinus Lega, Kadis Nakertrans Rolly Betekeneng, Camat Nubatukan Fransiskus Dangku, Kepala Desa Pada David Luron dan segenap tamu undangan lainnya.

Plt. Bupati Thomas dalam sambutannya mengatakan bahwa, BLK yang diresmikan ini seharusnya adalah milik pemerintah. Namun, para suster yang dengan tulus hati telah mendirikan BLK demi melatih dan mendidik generasi penerus kita.

Menurut Thomas, pentingnya sebuah BLK. Karena bagi beliau begitu banyak masyarakat Lembata yang menjadi tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri tanpa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Oleh karena itu, beliau berharap agar BLK yang diresmikan ini menjadi pioner pelatihan di kabupaten Lembata ini.

“BLK ini diharapakan agar menjadi pioner di kabupaten Lembata. Kenapa begitu pentingnya peran sebuah BLK di tengah masyarakat. Karena dalam komunitas inilah masyarakat mampu dididik, dilatih untuk memiliki ketrampilan dan pengetahuan jika menjadi tenaga migran”, ujar Thomas.

Sambung PLT. Bupati Thomas juga menyampaikan ucapakan terima kasih kepada yayasan Gunthild Susteran SSpS Desa Pada. Begitu mempeduli kehidupan masyarakat Lembata secara umum dan generasi penerus secara khususnya melalui pembangunan BLK Karitas Peduli Desa Pada ini. Meskipun Pemerintah Daerah sendiri belum memulai kegiatan tersebut.

Thomas berharap agar, Yayasan Gunthild Karitas Peduli Desa Pada Susteran SSpS tersebut dapat bersinergi dan bekerja sama dengan Pemerintah. Oleh karena itu, beliau berjanji akan mengambil bagian secara penuh dalam memfasilitasi kegiatan yang dilakukan BLK untuk menjadikan wadah pelatihan bagi seluruh masyarakat Lembata.

Selain itu pula, beliau berharap agar Balai Latihan Kerja (BLK) dapat memiliki relasi dengan perusahaan-perusahan luar negeri. Sehingga, masyarakat yang telah lulus pelatihan langsung dapat bekerja di perusahaan sesuai lowongan yang dibutuhkan. Tidak menutup kemungkinan, beliau juga berharap agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri selain manjadi tenaga kerja usai mendapat pelatihan dan keterampilan. (Tim Kominfo Lembata)