Lewoleba, Kapal Motor Garda Nusantara 14 akan menghubungkan Pelabuhan Ferry Waijarang Lembata dan Pelabuhan Deri Adonara dengan trayek yang kita beri nama LA (Lembata-Adonara). Demikian penyampaian Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., M.T, saat acara serah terima kapal di pelabuhan penyeberangan Kapal Ferry Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur Senin, (22/2/21).

Menurut Bupati Sunur, Pemerintah merencanakan jadwal pelayaran KM. Garda Nusantara 14 setiap hari, sehari dua kali pelayaran. Berangkat dari Pelabuhan Waijarang sekitar pagi Pkl.07.00, kemudian pada Pkl. 09.00 Wita tiba di Pelabuhan Deri. Bertolak dari Pelabuhan Deri menuju Pelabuhan Waijarang Pkl. 15.00 Wita atau jam 3 sore”. 

Lanjut Sunur, Kapal Garda Nusantara 14 awalnya adalah kapal angkutan penumpang dari setiap kapal Pelni yang tidak bisa sandar, karena tenggalamnya kapal tol laut di Pelabuhan Laut Lewoleba. Selama ini kapal hanya terlihat berlabuh saja, karena itu Pemda bersurat kepada Menteri Perhubungan dan Direksi PT. Pelni, agar kapal tersebut dapat dikelola oleh Pemda Lembata. Puji Tuhan akhirnya disetujui, dan pada hari ini, KM. Garda Nusantara 14 diserahkan kepada Pemda Lembata untuk dikelola sebagai moda transportasi pelayanan masyarakat. 

“Untuk sementara trayek terjauh kapal Garda Nusantara ini adalah Kabupaten Flores Timur. Dengan trayek pendek Lembata, Adonara dan Solor. Dengan kapasitas muatan yang terbatas baik penumpang, barang bawaan dan kendaraan”, ujar Bupati Lembata itu.

Tambah Sunur, salah satu kebijakan pemerintah daerah di Tahun 2011 adalah peningkatan ekonomi masyarat Lembata sendiri dan masyarakat di sekitar Pulau Lembata.

“Ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah daerah yang menjadi program prioritas utama di Tahun 2011 pada periode pertama”, tutur Bupati dua periode itu.

Sambungnya, kebijakan ini tentu telah memberikan dampak posistif pada peningkatan ekonomi masyarakat Lembata dan pulau sekitarnya, dan membuka peluang bisnis masyarakat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan negara. 

“Pemerintah menyiapkan fasilitas, dalam skema tourism linkage, dimana akses ini dibuka bukan saja untuk mobilisasi orang, namun juga perhitungan bisnis dengan memanfaatkan rute ini ”, ujar Sunur.

Lanjut Sunur, tarif angkutan untuk sementara masih gratis, namun bagi barang atau kendaraan tentu akan diatur, sedangkan pembiayaan operasional kapal dan ABK ditanggung oleh negara melalui PT. Pelni. Pelni sendiri telah memberikan kontribusi besar dalam membuka akses guna mobilisasi orang, barang dan sekaligus mendukung aktivitas pariwisata di Indonesia termasuk di Kabupaten Lembata.

Sambung Sunur, untuk rute trayek Kapal Garda Nusantara tersebut tidak akan mengganggu pelayaran kapal rakyat lainnya yang selama ini beroperasi. “Kapal regular (Pelra) punya trayek sendiri, dan Pemda tidak ganggu. Selama ini pun belum ada rute ke Deri, sehingga Kapal Garda Nusantara tidak melayani rute ke Boleng dan Waiwerang, tutur Sunur.

Sambung Sunur, Kapal ini milik PT. Pelni yang dikelola oleh Pemda, namun tidak semuanya diserahkan kepada Pemda. Lembata. Jika Pelni melihat trayek ini bernilai positif, ada kemungkinan menambah armada untuk membuka rute Baranusa-Kedang. Saat ini Pemda. Lembata juga sudah memiliki rute yang menghubungkan Lembata Adonara, Lembata Maumere dan Marpokot. SKnya sudah ada. Tinggal kita menunggu jadwal kapalnya saja.

Diujung sambutannya Ia menyampaikan ucapan terimakasih berlimpah kepada Kementerian Perhubungan RI dan Direksi PT. Pelni yang telah memberikan kepercayaan dan membantu Pemda Lembata dalam pembangunan di sektor ekonomi dan pariwisata. 

Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Lewoleba Muhammad Sayful mengatakan, dengan dilakukannya serah terima Kapal Motor Garda Nusantara 14 dengan bobot 98 GT dapat memberikan nilai positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat kabupaten Lembata dan pulau-pulau sekitarnya. 

“Saya atas nama Direksi PT Pelni, pada hari ini menyerahkan KM Garda Nusantara 14 kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, untuk dikelola sebagaiman mestinya guna kesejahteraan masyarakat Lembata dan Indonesia seutuhnya”, tutup Sayful.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, S.Sos, Unsur Forkompimda, Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapobali, A.P., M.T, dan para kepala organisasi perangkat daerah.

Perlu diketahui bersama usai kegiatan serah terima kapal tersebut, Bupati Lembata beserta rombongan melakukan pelayaran perdana dari Pelabuhan Waijarang menuju Pantai Wiaata Wulen Luo. (Tim Kominfo Lembata)