BALAURING HARUS JADI ICON PASAR LEMBATA 

0
743

Lewoleba, Dengan diremiskannya Pasar Rakyat Balauring, masyarakat diminta agar dapat berinovasi. Artinya bahwa pasar yang telah dibangun ini, dapat memiliki kekhasan tersendiri dari pasar rakyat yang ada di Kabupaten Lembata. Demikian penyampaian Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., M.T, saat meresmikan Pasar Rakyat Desa Balauring Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Senin, (25/1/21).

Menurut Sunur, Produk unggulan yang dijual masyarakat, harus menjadi sesuatu yang unik, sehingga dapat menarik para pembeli yang bukan saja berasal dari kedua kecamatan di Uyelewun Raya saja, tetapi juga berasal dari kecamatan lain bahkan dari luar Kabupaten ini. Pasar ini, tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli saja, melainkan dapat menjadi salah satu icon desa ini, jelas Ketua Golkar Lembata itu.

Lanjut Sunur, pasar yang sudah diresmikan ini harus segera digunakan, dan para pedagang yang menjadi prioritas utama adalah orang-orang yang tadinya ada di dalam pasar ini, atau yang dulu memiliki petak kios dan lapak untuk berjualan dalam pasar ini, tegas Bupati dua periode itu.

Sambung Sunur, sementara untuk para pedagang baru yang berminat akan mendapat lapak, bila ada kelebihan lapak jualan di pasar tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya perselisihan diantara pedagang, pasca pembangunan gedung baru ataupun rehabilitas gedung pasar.

“Kalau masih ada lapak yang belum terisi oleh para penjual yang dulu di pasar ini. Silahkan cari atau tambahkan lagi”, jelas Sunur.

Tambah Sunur, bahwa area parkir yang tersedia dapat digunakan hanya untuk sebagai bongkar muat logisitik atau barang dagangan saja, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Tidak menutup kemungkinan area tersebut dapat juga dijadikan sebagai lapak jualan, jika banyak peminat pedagang yang hendak berjualan di pasar rakyat itu.

Diujung Sambutannya Ia menghimbau agar para pedagang dan pengunjung pasar selalu mengikuti arahan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan. Hal tersebut disampaikan Bupati karena di Kabupaten Lembata sendiri telah dua pasien positif Covid-19 yang telah meninggal dunia. Eskalasi peningkatan Covid-19 di Provinsi NTT dan kabupaten Lembata sendiri yang terus meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Gabriel Bala Warat melaporkan bahwa Pasar Rakyat Balauring ini dibangun pada Tahun 2019 dan dilanjutkan pada Tahun 2020 dengan menggunakan sumber dana yang berasal dari Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Luas bangunan Pasar 720 Meter persegi, terdiri dari 9 unit petak kios dan 98 unit lapak los, jelas Warat.

Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkompinda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat Omesuri dan Kepala Desa Balauring serta masyarakat. (Tim Dinas Kominfo Lembata)