Lewoleba, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VII Kupang, Laksma TNI I Gusti Kompiang Aribawa lmemimpin jajaran TNI AL, untuk melihat kondisi para pengungsi dan membawa sejumlah bantuan. 

Bantuan yang diangkut menggunakan kapal milik TNI AL KRI Pandrong (801) itu, berupa kasur, matras, selimut, tangki air, sembako, minyak goreng, susu dan beberapa koli pakaian layak pakai bagi para korban erupsi Ile Lewotolok yang sudah sembilan hari berada di pengungsian. 

Bantuan yang dibawa tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, S.T.,M.T, yang bertempat di posko utama tanggap darurat erupsi Ile Lewotolok Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Rabu (9/12/20).

Dalam kegiatan tersebut Danlantamal VII Kupang, Laksma TNI I Gusti Kompiang Aribawa juga didampingi oleh Ketua Jalasenatri Korcab VII Kupang, Ny.Suwerni Kompiang, Asops Lantamal VII Kupang, Kolonel Laut (P) Jales Jamca Jayamahe bersama ibu, Kadis kesehatan Lantamal VII Kupang, Letkol Laut (K) M. Haris Bennu, Danlanal Maumere, Kolonel Marinir Totok Nurcahyanto bersama Ketua Jalasenatri Cabang III Korcab VII, Ny. Theresia Octavia Nurcahyanto dan Paspotmar Lanal Maumere serta Kapten Laut (P) Paulino Castro Dos Santos bersama ibu. 

Ketika diwawancarai Danlantamal VII Kupang mengatakan bahwa kehadirannya di Kabupaten Lembata hari ini, merupakan bentuk kepedulian atas bencana erupsi gunung Ile Lewotolok yang menimpa masyarakat di kedua Kecamatan di Lereng Ile Lewotolok. “Hari ini kami dari Lantamal VII Kupang hadir di Lembata untuk melaksanakan tugas TNI AL peduli bencana”, ujar Aribawa.

“Pimpinan TNI AL peduli terhadap bencana yang terjadi di seluruh Indonesia baik di Aceh, Jawa, NTT, maupun Papua. Untuk di NTT, kami dari Lantamal VII Kupang lakukan gerakan peduli bencana bagi saudara-saudara kita yang terkena dampak erupsi gunung Ile Lewotolok”, imbuhnya.

“Langkah awal pada saat adanya kejadian erupsi Ile Lewotolok (29/11) lalu. Kami sudah gerakkan personil dari Lanal Maumere bersama alutsistanya untuk bantu pergeseran pengungsi dari wilayah desa masing-masing menuju posko pengungsian”, tutur Aribawa.

“Kemudian pada kesempatan ini, kami datang langsung memberikan sedikit bantuan, dan bekerjasama dengan saudara-saudara kita dari paguyuban sosial marga tionghoa indonesia (PSMTI)-NTT. Kami ajak bersama-sama bergandengan tangan sedikit memberikan bantuan untuk bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok”, tuturnya.

“Mudah-mudahan apa yang kami berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak”, pinta Aribawa.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., M.T, mengucapkan limpah terima kasih kepada Danlantamal VII Kupang beserta jajaran TNI AL, yang melakukan misi kemanusiaan di Kabupaten Lembata. “Bantuan ini benar-benar dibutuhkan para pengungsi,” ujarnya.

Pantauan redaksi Kominfo, rombongan Danlantamal VII Kupang juga berkesempatan meninjau pos pengamatan gunung Ile Lewotolok yang berada di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape serta meninjau posko pengungsian yang berada di halaman eks kantor Bupati Lembata. (Tim Kominfo Lembata)