Lewoleba, Pemerintah kabupaten Lembata tak tinggal diam terkait pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, sejak pagi hari ratusan pengungsi erupsi Ile Lewotolok menjalani rapid test di posko utama pengungsian, Sabtu, (5/12/20).

Pelaksanaan rapid test yang dilakukan Satgas Covid-19 bagi pengungsi itu merupakan kebijakan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST.,M.T. Hal tersebut dilakukan agar sedini mungkin melakukan pencegahan peningkatan kasus Covid-19, sekaligus mengantisipasi munculnya klaster baru di lokasi pengungsian.

Ketika diwawancarai Bupati Lembata mengatakan, rapid test yang dilakukan pada hari ini tidak hanya terjadi pada pengungsi di posko utama saja, melainkan akan berlanjut ke semua posko pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah.

“kita lakukan rapid untuk antisipasi penambahan kluster baru Covid-19 di kabupaten Lembata”, ujar Sunur.

Sambungnya, dari hasil rapid test ada pengungsi yang reaktif, maka akan dipindahkan ke posko tersendiri. Jika timbul gejala tentunya akan dipindahkan ke RSUD Lewoleba. Hal ini, disebakan karena para pengungsi ini juga memiliki riwayatt dari daerah terpapar Covid-19, sehingga kita harus melakukan rapit test. 

Sementara itu, saat ini di Kabupaten Lembata sudah terdapat 33 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Satu di antaranya sudah sembuh, dan masih menunggu hasil SWAB 100 lebih sampel yang telah dikirim ke Kupang untuk dilakukan PCR di laboratorium RSU Prof. WZ. Johanis Kupang.

Ia juga berharap para pengungsi bertanggungjawab menegakkan protokoler kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan sering mencuci tangan. (Tim Kominfo Lembata)