Lewoleba, Selain evakuasi para pengungsi erupsi Ile Lewotolok. Pemerintah Kabupaten Lembata juga mengalami persoalan lain yakni banyak pengungsi yang nekat kembali ke desa- desa yang berada dalam zona merah untuk melihat rumah dan memberi makan ternak yang ditinggalkan semenjak mereka dievakuasi ke kota Lewoleba pada (29/11/20) lalu. Demikian penyampaian Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali, A.P., M.T, yang didampingi oleh Kabid Humas tanggap darurat bencana Ile Lewotolok Markus Labi, S.Sos, saat melakukan konferensi pers di Posko Utama Kota Lewoleba Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (3/12/20).

Sejak awal sudah menjadi warning oleh Bapak Bupati Lembata. Untuk itu, Bapak Bupati Sunur memberi perintah tegas agar tidak mengizinkan kepada pengungsi untuk kembali ke desanya apapun alasannya”, tegas Paskalis.

Ia juga mengatakan bahwa akan melakukan koordinasi dengan pos komando keamanan untuk terjun ke desa-desa. Guna melakukan pengamanan dan pemantauan terhadap barang-barang milik para pengungsi yang ditinggal di sana, sehingga para pengungsi tetap berada dalam zona aman. 

“Kita akan berkoordinasi dengan pos komando. untuk memantau kondisi di lapangan karena itu semua adalah aset dan sumber ekonomi mereka”, ujar Paskalis.

Ia juga menambahkan bahwa sesuai laporan dari kadis peternakan, yang tadi bersama tim sudah melakukan penelusuran di setiap desa yang sudah dievakuasi. Bahwa banyak ternak milik pengungsi yang kelaparan sebagai akibat dari dampak bencana yang menimpa di kedua kecamatan ini. Oleh karena itu, Ia langsung meminta agar kadis peternakan segera melakukan perencanaan kebutuhan di lokasi.

“Perintah bapak bupati, jika ada ternak warga yang mati karena dampak dari erupsi ini, maka itu menjadi tanggungjawab Pemda, tutur Paskalis.

Tambahnya, sedangkan untuk pakannya sendiri. Kita akan lakukan koordinasi untuk menangani pakan ternak ini. Terkait hal tersebut, Dinas Peternakan sudah melakukan rencana kebutuhan kurang lebih 200 jutaan untuk penangan biaya pakan ternak yang ditinggalkan pengungsi hingga masa tanggap darurat selesai. 

Lanjutnya, untuk rencana kebutuhan ini akan dilaporkan kepada bapak bupati. Jika beliau berkenan tentu kita akan meminta inspektorat untuk melakukan verifikasi atau direview dan selanjutnya dapat dilakukan eksekusi. (Tim Kominfo Lembata)