Kegiatan pelatihan peningkatan kualitas tenun dan pencelupan warna alam yang diselenggarakan oleh Dekranasda bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata

Lewoleba, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lembata Yuni Damayanti, SE, membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenun dan Pencelupan Warna Alam, yang diselenggarakan di Desa Waijarang Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur pada Selasa, (29/9/20).

Kegiatan pelatihan peningkatan kualitas tenun dan pencelupan warna alam yang diselenggarakan oleh Dekranasda bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata yang berlangsung selama 4 hari mulai dari (29 September s/d 2 Oktober). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan setiap kelompok tenun dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Lembata.

Menurut Yuni, pelaku industri tenun di kabupaten Lembata masih mengalami sejumlah masalah, antara lain dari segi kualitas dan kuantitas produk. Selain itu minimnya pengetahuan, manajemen dan pemasaran produk. “Kita membutuhkan solusi untuk mengatasinya, hal itu terlihat dari hasil tenun di beberapa desa yang kurang memperhatikan kualitasnya, namun harga jualnya begitu tinggi”, jelasnya.

Lanjut Yuni, kegiatan pelatihan ini sebenarnya sudah lama kita lakukan, tetapi karena pandemi Covid-19, baru dapat dilaksanakan pelatihan pada hari ini. Untuk itu, diharapkan agar para peserta dapat mengikuti dengan serius, sehingga dapat menambah keterampilan dan pengetahuan yang bisa dimanfaakan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Tambahnya, selain kualitas tenun, harga jual juga berpengaruh, karena itu dalam kegiatan beberapa hari ini kita dapat bersama untuk merumuskan satu standar harga di setiap kecamatan dengan berpatokan pada proses/tingkat pengerjaannya”, pinta Yuni.

Sambungnya, selain standar harga, pemenuhan kapasitas produksi juga menjadi masalah yang sering ditemui di lapangan bahwa banyak para penenun melakukan aktivitas tenun kalau ada pesanan. “Saya waktu itu memesan 10 kain sarung, itu sampai berbulan-bulan baru dapat diselesaikan. Seharusnya kita punya stock yang siap untuk dijual atau dipasarkan. Realitasnya kita lebih banyak menunggu pesanan ketimbang memproduksinya”, tutur Yuni.

lanjutnya, untuk pemasaran sarung tenun direncanakan akan meminta bapak Bupati agar membuat Peraturan Bupati terkait penggunaan pakaian perkantoran yang menggunakan hasil tenun dari masyarakat dengan motif atau model untuk masing-masing dinas. “Nanti kita akan sampaikan kepada bapak Bupati, biar buat Perbup yang mangatur tentang penggunaan kain tenun di setiap dinas dengan motif yang ada di setiap kecamatan. Inikan secara tidak langsung pemerintah sudah membantu para penenun” jelas Yuni.

“Kita juga telah berkerja sama dengan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLB), pada tanggal 6 atau 7 Oktober 2020, akan ada penandatanganan perjanjian/MOU dengan pihak mereka. Hal Ini tentu membuka peluang besar untuk kain tenun Lembata dipasarkan di luar Lembata. Oleh karena itu, kita harus merubah pola pikir kita yang lama, menunggu pesanan baru kita menenun, tetapi harus lebih proaktif untuk memproduksi hasil tenun”, ujar Yuni.

Dipengujung sambutannya Ia meminta agar pengetahuan dan keterampilan yang didapat pada hari ini, bisa diterapkan dalam kelompok tenun di desa. Setiap desa wajib memiliki balai-balai pemberdayaan masyarakat salah satunya tenun ikat. Anak-anak yang putus sekolah dapat dilatih dan bisa menjadi modal usaha mereka di masa yang akan datang. Alangkah baiknya juga Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga dapat memasukan pelajaran tenun ikat dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, ujar Yuni.

Lanjutnya, bahan-bahan untuk kegiatan tenun agar jenis tanamannya dibudidayakan di sekitar rumah. Selain menjaga kelestarian alam, juga aktivitas tenun tetap berlangsung. Cukup dengan aktivitas celup benang dengan pewarna alam saja, lalu benang itu di jual di pasar, maka sudah dapat menghasilkan uang untuk menopang ekonomi keluarga, tutup Yuni.

Sementara itu Plt. Kadis Koperindag Yosep Raya, S.Sos, mengatakan, kegiatan pelatihan ini sebagai implementasi inovasi gerakan ibu ekonomi kepada Kelompok-kelompok yang telah ada di kecamatan. Sejalan dengan program pokok Dekranasda kabupaten Lembata, yakni meningkatkan kemampuan pengrajin bidang produksi melalui bidang peningkatan mutu, maka diselenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kualitas tenun dan pencelupan benang dengan pewarna alam, ujar Raya mantan Camat Ile Ape Timur itu.

Dipengujung sambutan, Raya berpesan agar kelompok penenun salalu memperhatikan 4 hal penting untuk sebuah penghasilan yang produktif. “Perencanaan, Pengorganisasian, Pendanaan dan Sumber Daya Manusia. Dengan demikian semua yang ingin kita capai bersama dapat terwujud, ujar Raya. (Tim Kominfo Lembata)