BUPATI YENTJI, HADIR SYUKURAN 25 TAHUN IMAMAT RM. ANTONIUS KIA UBA, Pr

 

Lewoleba, perayaan pesta syukur 25 Tahun Perak imamat Rm. Antonius Kia Uba, Pr dilakukan dengan meriah. Diawali dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh sang Yubilaris Rm. Antonius Kia Uba, Pr di Gereja Paroki Maria Pembatu Abadi Aliuroba, dan dilanjutkan dengan ramah-tamah sederhana di halaman Gereja Paroki Maria Pembantu Abadi Aliuroba, Desa Beni Hading Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata pada Selasa, (8/9/20). Setiap umat yang turut membagi rasa syukur dalam misa tetap memperhatikan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, cuci tangan sebelum memasuki lokasi kegiatan dan wajib bermasker.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., M.T, Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola, SE., M.Si, Ketua PKK Kabupaten Lembata Ny. Yuni Damayanti, SE, Deken Lembata Rm. Sinyo da Gomez, Pr, Para Asisten Sekda, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab. Lembata, Camat Omesuri, para Pastor sedekenat Lembata dan Kapolsek Buyasuri serta Umat Paroki Aliuroba.

Dalam sambutannya, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., M.T, menyampaikan atas nama keluarga dan Pemerintah Kabuapten Lembata mengucapkan selamat kepada Rm. Anton, Pr (sapaan sehari-hari), yang merayakan pesta perak imamat pada hari ini. “Waktu 25 tahun bukan waktu yang singkat dalam menjalankan pengabdian. Begitu banyak ujian yang dilalui oleh sang Yubilaris untuk memetik hasilnya pada hari ini”, ucap Sunur.

Tambah Sunur, menjadi seorang imam Katolik berarti menjadi orang yang dikukuhkan secara khusus melalui tahbisan untuk menjadi pelayan Gereja dan membaktikan diri sebagai citra kristus dengan pengamalan apostolik di tengah umat saat ini. Kiranya momentum hari ini semakin meneguhkan hati, tekad dan semangat Yubilaris untuk terus menjalani kehidupan imamat dengan kesetiaan yang utuh, dalam karya pengabdian yang penuh pengorbanan dan pengingkaran diri, ucap Sunur.

Lanjut Bupati, menjadi seorang Imam Katolik harus mampu mambuat sebuah terobosan dengan caranya masing-masing untuk membantu membangun daerah ini bersama pemerintah. Karena masyarakatnya adalah milik pemerintah dan umat adalah milik gereja. Oleh karena itu, “sebuah panggilan kerasulan yang menuntut agar mampu menghadirkan karya-karya konkrit dalam hidup sehari-hari khususnya di tanah Lembata dan Uyelewun raya ini”, harap Sunur.

Dipengujung Sambutannya Sunur meminta agar antara pemerintah dan lembaga- lambaga agama harus terus terjalin baik dan tetap bekerjasama dalam membangun daerah dengan iman, pengharapan dan cinta kasih. Selain itu, Sunur juga mengharapakan agar sang Yubilaris tidak berhenti pada 25 tahun ini tetapi melanjutkan hingga 25 tahun lagi mendatang di tempat yang sama dengan syukuran emas hidup dan berkarya sebaga Imam Kristus. Tambahnya, momentum hari ini juga menjadi penguat langkah bagi para Imam Kriatus yang sedang menapakan kaki mencapai syukuran perak yang dialami oleh Rm. Antonius Kia Uba, Pr, tutup Sunur.

Sementara itu, Deken Lembata Rm. Sinyo da Gomez, Pr mengatakan, meskipun di tengah pandemi Covid-19 tidak meluluhkan kecintaan umat paroki kepada sang Yubilaris untuk melaksanakan acara syukuran dengan meriah mengenang ikrar tahbisan imamat pada 25 tahun silam Romo paroki mereka”, tutur Rm. Sinyo.

Lanjutnya, ucapan terima kasih kepada pemerintah yang ikut membagi rasa bersama sang Yubilaris pada syukuran Perak 25 tahun ini. Terima kasih juga disampaikan kepada keluarga dari Adonara yang telah memberikan anaknya kepada Gereja, serta semua umat dan semua yang dengan caranya masing-masing menyukseskan kegiatan ini.

Diakhir sambutannya meminta agar semua umat selalu mendoakan sang Yubilaris dalam perjalanan perutusannya untuk mewartakan kerajaan Tuhan di dunia ini, tutupnya. (Tim kominfo Lembata)