BUPATI SUNUR,   SEMUA MASYARAKAT DIAKOMODIR MENDAPATKAN BLT

Lewoleba, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST,MT, mengatakan semua masyarakat harus diakomodir haknya mendapatkan BLT dan mengapresiasi langkah cepat Kepala Desa dan BPD Desa Hadakewa yang telah merealisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk keluarga miskin dan rentan terhadap dampak ekonomi akibat pembatasan sosial terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini disampaikan Bupati Lembata saat memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara simbolis kepada masyarakat Desa Hadakewa di Balai Pertemuan Desa pada, Selasa (5/5/20).

Bupati Lembata menyerahkan BLT secara simbolis dalam bentuk buku Tabungan Bank NTT

Bantuan secara simbolis tersebut diberikan langsung oleh Bupati Lembata yang didampingi oleh ketua TP. PKK Kabupaten Lembata Yuni Damayanti, SE, Camat Lebatukan, Kepala Desa Hadakewa Klemens Kwaman, ST dan disaksikan oleh para piminan OPD, pihak Bank NTT Cabang Pembantu Hadakewa dan masyarakat desa penerima BLT.

Bupati Yentji mengatakan, Desa Hadakewa merupakan desa pertama di Kabupaten Lembata yang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai. “Saya mengapresiasi Kepala Desa dan aparatnya beserta BPD Desa Hadakewa yang dengan cepat merealisasikan BLT ke masyarakat” ujarnya.

Lebih lanjut Beliau mengharapkan agar desa-desa lainnya dapat segera mengikuti langkah cepat desa ini, karena targetnya seluruh desa secara serempak dapat menyalurkan BLT pada 1 Mei 2020 lalu. Semua masyarakat harus diakomodir haknya untuk mendapatkan BLT ini. Jika ada yang belum terdata agar segera disampaikan ke desa asalkan mempunyai Kartu Keluarga dan beraktivitas di dalam desa serta memenuhi segala persyaratan yang berlaku, ungkapnnya.

Diakhir sambutannya Sunur juga mengajak, seluruh masyarakat untuk berperan aktif membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata. “Jika ada nelayan yang disewa untuk mengangkut penumpang dari luar daerah, akan kami tahan kapalnya”, tegas Sunur. Untuk itu, terkait kondisi ekonomi yang tidak terelakan akibat pandemi global ini, Pemerintah Daerah terus berupaya membatasi akses keluar masuk orang ke Lembata. Jika hal ini konsisten terjaga dengan baik, maka pasar akan kembali normal sebagaimana mestinya dan kita daat beraktivitas dengan nyaman dan tetap mengikuti protokol kesehatan, harapnya.

Selian itu, Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwaman, ST menjelaskan bahwa total kepala keluarga yang memperoleh BLT sebanyak 122 keluarga dengan total alokasi dana sebesar Rp. 219.600.000,00. Jumlah ini telah terdata oleh tim khusus yang dibentuk dan diverifikasi bersama oleh pemerintah desa dan BPD dengan merujuk kriteria-kriteria sesuai dengan aturan perundang-undangan, tuturnya.

“Semua proses ini saya sebagai kepala desa tidak duduk menentukan sendiri, tetapi melalui tahap musyawarah desa”, tegasnya. Mekanisme penyaluran dilakukan secara non-tunai melalui Bank. Pemerintah desa Hadakewa telah berkerja sama dengan pihak Bank NTT untuk membuka rekening seluruh 122 Kepala Keluarga tanpa dikenakan pemotongan biaya administrasi dan tanpa saldo awal, ujar Klemens.

Berdasarkan pantauan Tim Kominfo, penyerahan dana BLT secara simbolis dalam bentuk buku rekening oleh Bupati Lembata dan Kepala Desa Hadakewa kepada beberapa masyarakat penerima dihadapan seluruh penerima BLT yang hadir. Dalam kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan dengan semua yang hadir wajib menggunakan masker.  (Tim Kominfo Lembata)