SATU KONOK RUNTUHKAN PERSAUDARAAN

0
895

SATU KONOK RUNTUHKAN PERSAUDARAAN

 

   Lewoleba, Saat ini minum bersama dalam satu konok dalam realitas berkembangnya virus corona (Covid-19),  dapat mengancam kehidupan keluarga, teman atau sahabat, demikian penyampaian Markus Labi,S.Sos Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata dalam rapat Gugus Tugas Covid-19 Lembata di Posko Utama Sekretariat Daerah, Jumat (17/04/2020).

Markus didampingi  oleh unsur Tim Covid-19 dari unsur dinas kesehatan Anselmus Asan Ola, dinas sosial dan pemberdayaaan masyarakat desa Aloysius Buto, unsur TNI Angkatan Darat, dan dihadiri oleh para kepala desa se-Kecamatan Atadei dan Nagawutun.

Corona menjadikan realitas peradaban kehidupan sosial menjadi berubah. suasana persaudaraan dengan perilaku saling menyapa dengan pegangan tangan, cium tangan, pelukan, cium pipi kiri kanan, ataupun cium hidung ala sabu mungkin suatu saat menjadi langka. Bahkan  duduk bersama dengan seseorang yang bertugas khusus mengedarkan satu gelas dalam tradisi hidup masyarakat Lamaholot Lembata, kini harus mulai ditinggalkan.

Dulu meneguk minuman lokal tuak putih atau hasil olahannya  menjadi arak atau minuman alkohol  kemasan pabrik lainnya dalam satu gelas bersama memiliki prestise tersendiri. Rasanya persaudaraan dan keakraban belum lengkap kalau tidak duduk bersama dengan meneguk minuman dalam satu gelas bergilir.

Menurut mantan Camat Wulandoni itu bahwa hadirnya virus corona atau Covid-19 dalam suasana  keakraban dan kebersamaan dapat mengubah rasa dan berbalik makna. Segelas (konok)  bersama bisa mengancam kehidupan orang terdekat dan meluluhlantakan  peradaban hidup manusia. Minum bersama satu konok dapat menyebarkan virus corona dan membahayakan hidup itu sendiri. Karena itu, tinggalkan kebiasaan itu, kalau kita masih ingin hidup, ucapnya dengan suara keras.

Perlu diketahui bahwa konok adalah alat minum tradsional masyarakat lamaholot yang terbuat dari tempurung kelapa yang biasa digunakan untuk meminum tuak, atau arak dan minum alkhol lainnya disaat duduk bersama keluarga atau sahabat kenalan.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Anselmus Asan Ola, A.P, M.Si menyampaikan bahwa dari data yang ada bahwa korban meniggal akibat Covid-19 kebanyakan adalah usia di atas 50 (lima puluh tahun) dan memiliki riwayat penyakit bawaan. Karena usia seperti itu daya tahan tubuh semakin menurun dan penyakit bawaan juga mulai menghiasi kehidupan manusia, jelasnya.

Ditambahkan pula bahwa selain menaati berbagai protokol seperti protokol kedatangan, protokol saat berada di tempat umum, maupun protokol saat berada di rumah. Hal yang terpenting adalah  perlunya meningkatkan imunitas tubuh dengan makan makanan yang bergizi, istirahat dan olahraga secukupnya serta mengelola stress dengan baik. Masyarakat Lembata cukup dengan konsumsi ikan, makan sayur merungge, dan buah advokat sudah memenuhi unsur gizi dalam menangkal penyebaaran virus, ungkap Ansel mantan Camat Lebatakan itu.

Mardimus salah satu kepala desa dari Atadei usai rapat koordinasi ketika dikonfirmasi Tim Redaksi Kominfo terkait kebiasaan satu konok beredar dalam kebiasaan minum bersama. Dikatakan bahwa memang sudah tradisi, tetapi kami juga harus mensosialisasikan pola ini untuk ditinggalkan. Masyarakat pasti menerimanya, dan sudah mulai sadar bahaya corona dan penularannya, katanya dengan optimis. (Tim Kominfo LBT)