BUPATI SUNUR : MASALAH AIR BERSIH DI KEDANG, BUKAN KARENA DEBIT AIR

Lewoleba, Kalau debit airnya berkurang ya itu pasti tetap keluar walaupun kecil. Ini yang kita lihat tadi ada beberapa pipa yang memang sengaja dirusak dan tidak diperbaiki lagi. Demikian penyampaian Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, S.T, M.T. ketika diwawancara Tim Redaksi Kominfo saat melakukan kerja bhakti dan pemantauan jaringan air bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan di Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata pada Sabtu, (27/6/2020).

Bupati Sunur mengatakan kegiatan kerja bhakti dan pemantauan jaringan air dilakukan karena mendapat laporan bahwa masyarakat di beberapa desa yang tersebar di Kecamatan Omesuri tidak mendapatkan air bersih saat musim kemarau ini.

“Proyek inikan sudah ada, kenapa masyarakat masih tidak mendapatkan air bersih. Kita hanya mendapatkan laporan pipa bocor saja. Namun kenyataan yang kita temukan di lapangan bahwa ini adalah pengerusakan pipa air”, tutur Sunur.

Tambah Sunur, pendistribusian air bersih di kedua mata air Weilein dan Weisawe itu juga sudah dinikmati oleh masyarakat di Desa Panama dan Desa Beni Hading di Kecamatan Buyasuri. Beberapa desa seperti Desa Hoelea dan sekitarnya, Desa Meluwiting dan sekitarnya seharusnya sudah mendapatkan air, tetapi justru mengalami kekeringan.

“Ada beberapa desa yang belum mendapatkan air seperti Desa Hoelea dan sekitanya, Desa Weluwiting dan sekitarnya, sedangkan di Desa Benihading dan Panama menikmati air bersih”, ujar Sunur.

Lebih lanjut Sunur menjelaskan bahwa elevasi terhadap pendistribuan air bersih tentu akan berkurang jika tidak segera ditindaklanjuti. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan survei awal jaringan air harus berada di ketinggian 10 meter, sehingga elevasi air dapat melewati beberapa bukit yang ada di sekitar Desa Meluwiting dan terus hingga Desa Mampir.

“Tadi itu sebenarnya pipa harus berada di atas bukit, tapi karena adanya pengambilan material, sehingga pipa yang tadinya di atas sekarang sudah berada di bawah. Hal ini sangat berpengaruh pada tekanan air dengan sendirinya akan berkurang sehingga mungkin saja air tidak akan mampu melewati bukit sampai di Desa Mampir, tandas Sunur.

Tambah Sunur, rencananya reservoar yang ada dengan kapasitas 200 kubik akan dinaikan menjadi 1150 kubik atau mendapat tambahan 950 kubik. Hal tersebut akan sangat membantu pasokan air bersih di dua kecamatan yang ada di lereng Gunung Eyelewun itu.

“Kita akan tambah reservoar yang ada di Desa Aramengi sebanyak 950 kubik, awalnya hanya 200 kubik sehingga mencapai 1150 kubik”, ujar Sunur.

Sambungnya, Bulan Juli dipastikan semua desa yang ada di Kedang mendapatkan air bersih. Kalau di Kedang semua sudah mendapatkan air bersih kita akan berpindah di kecamatan lain yang sedang mengalami kesulitan air, ungkap Bupati dua periode itu.

Diakhir wawancara Bupati Sunur mengharapkan agar semua masyarakat dapat menjaga dan merawat jaringan air yang ada, karena ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu juga Sunur mengatakan bahwa selain air, jalan dan listrik juga harus dijaga dan diperhatikan. Ini merupakan visi dan misi pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mensejahterakan masyarakat berkelanjutan.

ditambahkan dirinya akan terus melakukan monitoring terkait jaringan air bersih kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga terus berusaha memperluas jaringan air bersih, sehingga semua masyarakat Kabupaten Lembata menikmati air bersih, tegas Ketua Golkar Lembata itu.

Perlu diketahui, kerja bhakti itu melibatkan semua ASN Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan. Ini sebagai bukti bahwa pemerintah siap melayani masyarakat dan sebagai seorang pamong praja mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan. (Tim Kominfo Lembata)