WANRADAR MINTA MASYAKARAT TETAP PERTAHANKAN ZONA HIJAU  COVID-19 DI LEMBATA

 

Lewoleba, Saya mewakili seluruh relawan mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk tetap bergandeng tangan demi Kecamatan Omesuri dan Kabupaten Lembata agar tetap berada pada zona hijau. Demikian penyampaian Koordinator Wanradar Omesuri, Yoseph Nelu, SKM, ketika melakukan edukasi di pasar Leuwayang, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata pada, Selasa, (23/6/20).

Nelu mengatakan Relawan Gerakan Kesadaran (Wanradar) Percepatan Penanganan Corona virus Disease 2019 (Covid-19) Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata gencar memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan baru di tengah pandemi, jelasnya.

Lanjut Nelu, masyarakat hingga saat ini belum sepenuhnya memahami penerapan New Normal atau tatanan kehidupan baru. Untuk itu, tim Wanradar terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar dapat menerapkan protokol kesehatan di pasar dan tempat-tempat umum lainnya.

“Sampai saat ini belum semua orang tahu dan paham tentang pemberlakuan New Normal atau tatanan baru. Masyarakat sangat antuasias menerima informasi yang kami sampaikan”, Ujar Nelu.

Tambah Nelu, Tim Wanradar juga menyisir setiap blok dalam pasar Leuwayan dan terus menyerukan agar tetap menerapkan protokol kesehatan yakni; selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, jelasnya.

Lanjut Nelu, selain mengedukasikan protokol kesehatan, tim juga menghimbau agar masyarakat merencanakan kebutuhan pokok berupa barang apa saja yang dibelanjakan di pasar agar masyarakat tidak berlama-lama berada di pasar dan secara tidak langsung membatasi jumlah pengunjung pasar.

“Kami juga menghimbau agar masyarakat membuat nota belanja sebelum ke pasar. Hal ini agar mereka tidak terlalu lama berada di pasar. Mereka beli hanya sesuai kebutuhan yang diperlukan saja setelah itu cepat kembali ke rumah”, jelas Nelu.

Lebih lanjut Nelu, meminta para pengunjung dan pedagang pasar agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker. Menurutnya perlu perbanyak wadah cuci tangan di setiap blok pasar agar pengunjung dapat sesering mungkin melakukan cuci tangan mengingat perpindahan benda dari satu tangan ke tangan lain terutama uang begitu cepat.

Tambahnya, Wanradar akan tetap all out dan konsisten dengan visi dan misi komunitas, tanpa melihat ruang dan waktu. Wanradar sendiri memiliki dua Garda Respon Cepat (GRC) yaitu, GRC Surveillance dan GRC Edukasi dan Advokasi.

”Semuanya ini kami lakukan dengan tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi lintas sektor termasuk Puskesmas. Kami melakukan aksi ini sesuai tupoksi yang kami emban sebagai ahli kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Balauring”, tandas Nelu.

Perlu diketahui bahwa Wanradar sendiri merupakan sebuah gerakan sukarela dari tenaga kesehatan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan. Wanradar ini dibentuk oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarkat Cabang Lembata yang bertujuan untuk menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan ditatanan kehidupan baru.
Perlu ditambahkan bahwa Wanradar, sebelumnya telah melakukan edukasi di Pasar Walangsawa dan Pasar Balauring dan direncanakan juga tempat umum lain yang berada di kecamatan Omesuri. (Tim Kominfo Lembata)