BERARAK MNUJU KANTOR DESA : Bupati Lembata dan rombongan berarak mnuju kantor desa saat berkunjung ke Desa Belobatang

Warga Desa Belobatang di kecamatan Nubatukan Kabupaten  Lembata minta perbaikan jembatan, ketersediaan air minum dan masuknya   PLN di desa mereka. Permintaan warga itu terlontar saat berdialog dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan sejumlah pimpinan OPD yang berkunjungan ke Desa Belobatang Kamis, 13 Pebruari 2020.

Albert Paulus Kia  warga desa Belobatang dalam pertemuan itu mengisahkan bahwa upaya pemerintah untuk pengadaan  air bersih  masuk desa sudah memakan biaya 750 juta Rupiah namun sampai saat ini belum ada hasilnya. Ia meminta upaya dan solusi dari pemerintah  untuk mengatasi permasalahn tersebut. Selain Albert,  seorang warga Belobatang Frans Dua dalam pertemuan itu juga meminta bupati Lembata untuk memperbaiki jembatan yang saat ini sulit dilalui warga desa sepanjang jalur tersebut menuju Lewoleba ibu kota Kabupaten Lembata.

 Selain Jembatan Frans Juga meminta agar masyarakat desa Beloatang  bisa secepatnya menikmati   listrik dari PLN yang jaringannya sudah dikerjakan dari tahun 2019 namun belum selesai hingga tahun 2020.  Kami disosialisasikan bahwa siap tebang tanaman kemiri, kelapa, jambu atau apapun yang menghalangi  kabel  PLN. Kami sudah siap dan sudah tebang tanaman kami sejak tahun lalu, tiang tiang sudah terpasang namun sampai saat ini belum juga sampai di sini, kisahnya.

Bupati Lembata didampingi Camat Nubatukan

Camat Nubatukan Ibu Maria Anastasia Bara Badje, menjelaskan saat pertemuan tersebut bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pihak PT.PLN wilayah Lembata terkait pemasangan jaringan listrik ke desa Belobatang. Kami telah berkoordinasi dengan pihak PLN namun terjadi kelalaian  pihak ke-tiga dalam pelaksanaan pekerjaan. Saat ini sedang diupayakan PHK terlebih dahulu dengan rekanan yang melaksanakan  proyek pemasangan jaringan tersebut. Ia melanjutkan  informasi yang disampaikan dari pihak PLN bahwa   pekerjaan pemasangan jaringan listrik tersebut akan dilanjutkan kembali  pada tahun 2020 ini, jelas Ibu Camat Nubatukan

Terhadap permasalahan jembatan yang disampaikan warga dalam pertemuan itu Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjelaskan bahwa tahun ini bersama Lembaga DPRD telah dialokasikan dana sebesar 750 juta rupiah.  Setelah saya melihat kondisi  jembatan yang ada saya batalkan. Kalau dibuat harus tambah dana terlebih dahulu, kata Sunur.  Ia melanjutkan dalam pertemuan tersebut, bahwa kalau mau bangun jembatan harus yang kuat memang. Ia mengkuatirkan jika dibuat dalam penanganan darurat, banjir datang  dan jembatannya hanyut lagi maka staf lapanganya bisa diperiksa, katanya. Ia memastikan  untuk jembatan akan dibangun tahun depan. Ia juga mengusulkan agar dalam Musrenbang dimasukkan usulan pembangunan Jalur Jalan Lewoleba, Jalur Tengah menuju Wulandoni  namun segmennya akan disesuaikan dengan keuangan dana DAK yang ada.

Terhadap permasalahan air minum di desa Belobatang Bupati Sunur menjelaskan, permasalahannya sekarang adalah sumber air yang jauh dibawah, maka harus diangkat. Jika debit airnya kecil maka harus dibuatkan bak penampung dulu, jelasnya. Ia juga memerintahkan Dinas Teknis untuk melakukan survei terlebih dahulu sumber-sumber mata air diwilayah tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya. Dalam menangani urusan air ini, Bupati Sunur meminta Kepala Desa untuk sharing dana dengan perintah daerah dalam membangunnya.

Seorang warga yang juga anggota Linmas di Belobatang menyatakan, masalah air persoalannya adalah airnya sangat jauh di bawah kali sedangkan kampung kami jauh di ketinggian sehingga untuk mengalirkan air ke desa kami menjadi susah, katanya. (  Kominfo Lbt)